Prosedur dan Aturan Keselamatan di Laboratorium Sains (Lab IPA)

Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam merupakan suat ilmu yang tidak hanya memahami konsep-konsep dan teori di kelas saja tetapi membutuhkan juga penerapan teori melalui praktikum.

Siswa akan memahami konsep-konsep serta teori penting dalam ilmu pengetahuan hanya jika mereka dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan pengalaman mereka selama praktikum.

Sehingga laboratorium sains ( lab IPA)  untuk mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Elektronika sangat dibutuhkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.  Mari kita memahami beberapa aturan di Laboratorium Sains (Lab IPA).

Informasi mengenai Lab Sains (Lab IPA)

Laboratorium Sains (Lab IPA) saat ini dilengkapi dengan semua fasilitas peralatan yang semakin berkembang. Contohnya Laboratorium Fisika berisi mengenai alat-alat dan instrumen seperti KIT IPA, kalorimeter, papan sirkuit, galvanometer, ammeter, multimeter, voltmeter dan bahan-bahan seperti kabel-kabel dan sebagainya.

Lalu lab Kimia terdapat  bahan-bahan kimia seperti asam pekat dan encer, buret, pipet-pipet, alat titrasi dan sebagainya. Sedangkan di Lab Biologi terdapat mikroskop, spesimen-spesimen yang dikumpulkan dari tumbuhan dan hewan, instrument untuk menyiapkan slide dan sebagainya.

Siswa murid melaksanakan percobaan dan melengkapi jurnal mereka dengan bimbingan guru di laboratorium. Keselamatan Lab adalah penting dan pihak pembimbing, guru serta laboran harus memastikan bahwa aturan keselamatan di laboratorium telah ditaati dan dilaksanakan oleh semuanya.

Aturan Keselamatan pada Laboratorium Fisika

Ketika kita melakukan percobaan di dalam Lab, kita harus menjaga area kerja kita di lab agar selalu bersih dan tertata rapi. Jangan terburu-buru untuk menyelesaikan tugas kita.  Jangan sampai ada yang menyentuh kabel dalam keadaan terhubung listrik, jangan melakukan hal-hal yang tidak terkait dengan percobaan anda.

Berhati-hatilah saat menggunakan air panas untuk percobaan termodinamika misalnya karena akan berakibat pada luka panas pada tubuh. Gunakan sarung tangan saat berhubungan dengan benda panas.

Harus ada pengawasan dari pembimbing (guru) untuk penyambungan kabel listrik ke alat karena setiap kesalahan kecil pada sambungan bisa menimbulkan bahaya. Matikan dahulu catu daya seperti saat kita merubah koneksi dalam  pembuatan papan rangkaian hal ini berguna untuk menghindari adanya sengatan listrik (walaupun kecil).

Jangan pernah membawa bahan-bahan yang mudah “menangkap” api karena ini berbahaya untuk keselamatan semuanya. Untuk semua pembimbing, guru, laboran dan siswa harus menggunakan pakain jas Lab, sarung tangan dan lainnya selama itu berkaitan dengan materi praktikum yang sedang dijalankan itu semata untuk berjaga-jaga atas hal-hal yang tidak diinginkan.

Semua yang ada di Lab saat melakukan praktikum harus mengetahui tempat alat pemadam kebakaran dan pintu darurat. Jika terjadi kecelakaan segera laporkan kepada pembimbing/ guru dan siswa disarankan untuk tidak dibiarkan membuat macam kerusakan di laboratorium.

Prosedur keselamatan Lab di tempel di dinding dan ada di setiap tempat praktium seperti meja kerja, lemari dan sebagainya.  Pastikan kepada  siswa/ mahasiswa  untuk menjalankan semua prosedur keselamatan di Laboratorium ini.

Prosedur dan Aturan Keselamatan di Lab Kimia

Dalam Laboratorium Kimia dalam melakukan percobaan siswa contohnya penggunaan sebuah pipet untuk endapan larutan sebaiknya tidak dilakukan dengan mulut. Walaupun ada yang menganggap bahwa itu hanya air dan bukan bahan kimia, tetapi pipet kaca itu tidak terjamin bersih dari bahan-bahan kimia lainnya dan digunakan oleh banyak orang.  Sehingga siswa harus diajarkan teknik menggunakan pipet otomatis atau pipet bulb.

Gambar-gambar mengenai aturan Keselamatan penggunaan bahan-bahan kimia di Laboratorium haruslah tersedia. Gambar tersebut harus dipelajari terlebih dahulu sebelum melakukan percobaan apapun. Para siswa terkadang dapat melakukan kesalahan besar dalam melakukan tes percobaan dengan beberapa bahan kimia yang beracun yang dapat menyebabkan konsekuensi berbahaya.

Oleh karena itu sebelum dimulai siswa diharuskan diberi pengarahan dahulu oleh pembimbing/ guru/ laboran mengenai cara-cara melakukan percobaan menggunakan bahan kimia terutama pencampuran bahan kimia penting seperti menggunakan asam pekat seperti asam klorida (HCl), asam nitrat dan asam sulfat.

Jangan kehilangan konsentrasi kita dalam melakukan percobaan. Ada 16 simbol standard Keselamatan di Laboratorium yang berguna dalam memberi penjelasan mengenai Keselamatan saat kita melakukan percobaan di laboratorium.

Salah satunya simbol “api “ menunjukan bahwa ada bahaya dari beberapa zat kimia yang dapat menyebabkan pakaian bisa terbakar. Simbol dari “goggle” menunjukan untuk perlindungan mata kita.

Untuk simbol lainnya dapat anda lihat simbol keselamatan di Laboratorium. Guru harus dapat memberikan penjelasan mengenai keselamatan di laboratorium  kepada siswanya dari bahaya yang mungkin timbul pada saat praktikum di Lab.

Prosedur dan aturan Keselamatan di Laboratorium Biologi

Sama seperti halnya dengan aturan Keselamatan yang ada di Lab Fisika dan Kimia maka harus diikuti pula dengan baik aturan-aturan tersebut untuk di  Lab Biologi.

Prosedur dan aturan Keselamatan barang-barang dan peralatan Laboratorium

Prosedur Keselamatan Laboratorium harus sesuai dengan standard yang telah ditetapkan. Barang-barang untuk kemanan lab seperti detector kebocoran dari gas/zat beracun, alat untuk analisa oksigen, sarung tangan pelindung dan sebagainya harus tersedia di setiap Lab.

Peralatan untuk keselamatan Laboratorium seperti lemari asam dan lemari-lemari bahan kimia, lemari untuk alat-alat lab, sistim ventilasi udara, pelindung wajah juga harus tersedia dalam kondisi baik.

Keselamatan lab sains di sekolah merupakan suatu tantangan besar bagi kita. Manajemen Sekolah harus mengikuti aturan Keselamatan laboratorium sekolah yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan demikian kita dapat menyediakan suasana lingkungan belajar yang aman dan nyaman kepada para siswa.

Rating 3.00 out of 5


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Dengan memberi komentar berarti anda telah ikut mengembangkan situs ini. Terimakasih.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes