Peran Alat Lab dan Alat Peraga di Sekolah

Alat lab dan alat peraga dalam Laboratorium IPA merupakan suatu sarana pembelajaran yang essensial dalam proses pembelajaran di sekolah.

Peraturan Pemerintah (PP) No.19 tahun 2005 mengenai Standar Nasional Pendidikan (SNP) menetapkan delapan komponen standar pendidikan salah satunya adalah bidang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam).

Dengan lahirnya PP tersebut berimplikasi pada arah kebijakan pengembangan kurikulum yakni Implementasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.22, 23 dan 24 tahun 2006.

Dengan lahirnya PP tersebut maka perlu dipersiapkan sumber daya manusia yang berkompeten, khususnya para guru mata pelajaran IPA agar dapat melakukan pembimbingan terhadap sekolah dan mengimplementasikan standar-standar tersebut secara baik dan benar.

Selain itu pula para guru IPA dituntut tidak hanya mampu mengajarkan mata pelajaran IPA dengan baik dan benar, tetapi guru (dibantu oleh Laboran)  juga harus mampu memelihara, mengatur alat dan bahan laboratorium IPA secara efektif.

Dan bagi siswa manfaat yang didapat adalah dapat membantu meningkatkan pemahaman konsep teori dasar mata pelajaran IPA yang diperolehnya di kelas.

Dalam pelaksanaanya untuk memudahkan bagi guru dan siswa selama proses belajar mengajar (PBM) sebaiknya dilakukan pemisahan ruang-ruang laboratorium IPA misalnya : Laboratorium Biologi, Laboratorium Fisika dan Laboratorium Kimia, hal tersebut dimaksudkan agar proses  manajemen laboratorium berkaitan dengan pengaturan tata letak, penyimpanan dan pemeliharaan alat lab dan alat peraga dapat dijalankan dengan lebih baik.

Berkaitan dengan hal tersebut maka dibutuhkan pula adanya laboran dalam membantu pengelolan laboratorium ini.

Seorang laboran dituntut memiliki pengetahuan yang memadai mulai dari teknik menyimpan alat dan bahan hingga mempersiapkan dan membuat laporan selama berlangsungnya kegiatan di laboratorium.

Tenaga laboran dapat di angkat dari lulusan sekolah tersebut minimal SMA atau pernah kuliah dan diberikan pelatihan yang memadai mengenai manajemen laboratorium.

Dalam tugasnya seorang laboran memiliki peran sangat besar untuk membantu guru dalam pelaksanaan belajar mengajar di laboratorium dengan mempersiapkan alat lab dan alat peraga yang dibutuhkan, persiapan bahan praktikum, menyimpan dan menata kembali alat-alat yang sudah dipakai.

Guru hanya menyerahkan laporan tentang alat lab atau alat peraga yang dibutuhkan kepada laboran setelah itu guru dapat masuk ke kelas lain.

Disamping itu tidak hanya cukup dengan pengetahuan guru dan laboran akan penggunaan alat dan manajemen laboratorium yang baik saja tetapi perlu pula dipikirkan untuk melengkapi alat lab dan alat peraga sebagai faktor penentu untuk mambangkitkan minat dan motivasi guru dan siswa dalam proses belajar-mengajar di sekolah.

Dengan demikian perlu adanya partisipasi dari pihak-pihak terkait seperti kepala sekolah, guru, komite sekolah, dinas terkait dan Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP) untuk bersama-sama membangun dan memajukan laboratorium IPA di sekolah.

Bila hal tersebut  di atas terlaksana maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah  meningkatkan ketrampilan guru-guru bidang studi IPA di sekolah melalui pelatihan-pelatihan, workshop, studi banding dengan sekolah-sekolah yang lebih baik dan sebagainya.


Rating 3.00 out of 5


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Dengan memberi komentar berarti anda telah ikut mengembangkan situs ini. Terimakasih.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes